Apa Sebenarnya yang Dimaksud dengan Sinematografi?

Apa Sebenarnya yang Dimaksud dengan Sinematografi?

Apa Sebenarnya yang Dimaksud dengan Sinematografi?

Apa Sebenarnya yang Dimaksud dengan Sinematografi?

 

Kita mulai dari pengertian kata sinematografi itu sendiri. Sinematografi merupakan penggabungan 2 kata Yunani yaitu; kinema yang artinya gerakan, serta graphein yang berarti merekam. Jika kamu tertarik dengan kegiatan pengambilan gambar, maka sinematografi adalah ilmu terapan yang bisa kamu perdalam. Di dalam ilmu ini, terdapat bahasan soal bagaimana teknik menangkan gambar. Tidak hanya itu, kamu juga akan belajar soal penggabungan gambar (editing) untuk menyelesaikan gambar-gambar yang sudah kamu ambil. Hal tersebut dilakukan guna merangkai gambar sehingga mampu menyampaikan sebuah ide maupun cerita.

Pekerja ranah sinemtografi disebut dengan sinematografer. Seorang sinematografer harus bertanggung jawab atas semua aspek visual dalam sebuah projek pengambilan gambar (film). Mulai dari pemilihan kamera yang akan dipakai saat produksi, macam lensa yang akan digunakan, pencahayaan, hingga pengeksekusian interpretasi visual berdasarkan skenario yang sudah diciptakan. Percaya kepada visi dari sutradara adalah kunci bagi pegiat sinematografer. Dalam produksi sebuah film, posisi ini biasanya disebut sebagai Director of Photography atau biasa disingkat menjadi DoP.

 

Saat bekerja di sebuah set produksi, biasanya seorang sinematografer akan dibantu oleh 5 orang lainnya:

1.     Asisten Kamera

Seorang asisten kamera diharuskan menjadi pendamping dari DoP. Selain itu semua kebutuhan shooting juga harus diperhatikan olehnya. Alat-alat harus dicek sebelum mengeksekusi sebuah scene.

 

2.     Focus Puller

Dalam sebuah proses pengambilan gambar, seorang Focus Puller bertugas untuk men-setting­ fokus kamera. Posisi ini dibutuhkan karena kamera harus terus fokus kepada subjek maupun objek yang ditangkap.

 

3.     Grip

Tinggi dan rendahnya kamera dalam proses shooting juga menjadi faktor penting selain fokus. Maka dari itu seorang Grip harus meletakkan kamera sesuai dengan apa yang sudah diminta oleh Director of Photography.

 

4.     Gaffer

Cahaya merupakan aspek penting ketika mengambil gambar. Posisi ini bertanggung jawab untuk mengatur cahaya yang masuk ke lensa agar sesuai dengan arahan DoP. Cahaya yang diatur nantinya akan berpengaruh kepada aspek warna dari kesuluruhan film.

 

5.     Lightingman

Jika seorang Gaffer bertanggung jawab terhadap segala aspek pencahayaan, maka Lightingman adalah kru bawahan yang bekerja sesuai dengan instruksi Gaffer. Jadi seorang lightingman harus menata lampu sesuai dengan arahan Gaffer.

 

Bekerja dalam sebuah tim yang kompak dan solid, akan menjadikan sebuah produksi film yang efektif. Maka dari itu DoP tidak bisa bekerja secara sendirian. Paham dan tau terhadap semua kegunaan alat merupakan skill yang dibutuhkan oleh seorang sinematografer. JasaFotoKreatif.com merupakan tim yang bergerak pada bidang produksi videografi dan fotografi. Kualitas yang dihasilkan setara dengan fotografer profesional pada umumnya. Anda bisa mengecek segmen portofolio untuk melihat projek yang sudah kami produksi. Hubungi kami di JasaFotoKreatif.com untuk Anda yang membutuhkan produk video mapun foto.

 

Komentar

    Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Kode Verifikasi
scroll up